Ketika Inovasi Tak Lagi Milik Kantor, Tapi Menjadi Nafas Warga
TIMIKA, {LINTASTIMOR.ID} —
Di sebuah ruang kerja yang dipenuhi peta gagasan dan harapan, angka 74 tak sekadar deret statistik. Ia adalah denyut. Ia adalah tanda bahwa Mimika sedang bergerak, perlahan tapi pasti, menuju wajah baru pembangunan—lebih cerdas, lebih partisipatif, dan lebih manusiawi.
Sebanyak 74 inovasi daerah kini telah resmi tercatat dalam Sistem Informasi Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Mimika (SIRIDAKAMI). Angka itu lahir dari kerja sunyi berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Mimika tak ingin inovasi berhenti di meja birokrasi.
Kini, pintu itu dibuka lebar untuk masyarakat.
Plt Kepala Brida Mimika, Slamet Sutedjo, menyampaikan ajakan itu dengan nada yang lebih menyerupai undangan kebudayaan ketimbang sekadar pernyataan administratif.
╔════════════════
“Inovasi tidak boleh eksklusif. Ia harus tumbuh dari pengalaman warga, dari persoalan nyata yang mereka hadapi setiap hari,”
— Slamet Sutedjo, Plt Kepala Brida Mimika
╚═══════════════
Inovasi sebagai Jalan Pulang ke Rakyat
Sejauh ini, ke-74 inovasi yang terdaftar di SIRIDAKAMI masih berasal dari OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Mulai dari tata kelola pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga sistem pendukung pembangunan daerah.
Namun Brida sadar, pembangunan yang kuat tidak hanya lahir dari kebijakan—melainkan dari keterlibatan.
“Inovasi terbaik seringkali lahir dari lapangan,” ujar Slamet. Dari guru di kampung yang menemukan cara baru mengajar anak-anak, nelayan yang memodifikasi alat tangkap ramah lingkungan, hingga pemuda yang meretas teknologi untuk menjawab masalah sosial.
Semua itu, kata Slamet, berhak mendapat ruang.
Dari Gagasan ke Uji Nyata
Tidak semua ide akan langsung menjadi kebijakan. Slamet menegaskan, setiap gagasan yang masuk akan melewati tahapan seleksi ketat, pengujian manfaat, serta uji coba implementasi. Tujuannya satu: memastikan inovasi yang lahir benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat Mimika.
“Inovasi bukan soal siapa yang paling cerdas, tapi siapa yang paling bermanfaat,”
— Slamet Sutedjo
╚════════════════
Setelah lolos tahapan tersebut, inovasi-inovasi unggulan akan didaftarkan ke kementerian terkait sebagai bagian dari ekosistem inovasi nasional.
Mimika dan Masa Depan yang Diciptakan Bersama
Lebih dari sekadar sistem digital, SIRIDAKAMI menjadi etalase mimpi bersama—tempat gagasan bertemu kebijakan, dan harapan warga menemukan jalannya ke meja pengambil keputusan.
Brida Mimika berharap, keterlibatan masyarakat akan menjadikan inovasi sebagai budaya, bukan proyek sesaat.
Karena pada akhirnya, kemajuan daerah bukan diukur dari seberapa banyak dokumen yang ditandatangani, tetapi dari seberapa banyak kehidupan yang disentuh.
Dan di Mimika, 74 benih perubahan telah ditanam.
Kini, giliran rakyat ikut menyiraminya.


















