Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Kabupaten MimikaNasionalPolkam

280 Usulan dari Mimika Baru: Musrenbang yang Menyulam Harapan Pembangunan 2027

4
×

280 Usulan dari Mimika Baru: Musrenbang yang Menyulam Harapan Pembangunan 2027

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Di sebuah ruang pertemuan di Hotel Kangguru, suara-suara pembangunan dari kampung dan kelurahan di Distrik Mimika Baru berkumpul dalam satu forum. Bukan sekadar rapat tahunan, tetapi sebuah ruang tempat aspirasi warga dirajut menjadi rencana masa depan.

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Distrik Mimika Baru menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggaran 2027, yang diikuti oleh perwakilan dari 12 kelurahan dan tiga kampung di wilayah tersebut. Forum ini menjadi panggung penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan nyata yang mereka hadapi setiap hari.

Example 300x600

Kelurahan yang terlibat meliputi Koperapoka, Otomona, Perintis, Pasar Sentral, Sempan, Kwamki, Timika Indah, Dingo Narama, Kebun Sirih, Timika Jaya, dan Wanagon, sementara tiga kampung yang turut menyampaikan aspirasi adalah Nayaro, Minabua, dan Hangaitji.

Mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa Musrenbang distrik merupakan tahapan strategis dalam memastikan pembangunan berjalan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.

╔══════════════════════════════════╗
“Forum ini menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat kampung hingga distrik, agar setiap program pembangunan dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat.”
Ananias Faot
╚══════════════════════════════════╝

Menurutnya, proses Musrenbang tidak sekadar menyusun daftar program, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ananias juga menyoroti bahwa Distrik Mimika Baru memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Keterbatasan infrastruktur dasar, akses pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kualitas pelayanan publik menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani bersama.

Ia mengimbau agar peserta Musrenbang menyusun prioritas pembangunan secara bijak dengan berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan.

Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Baru Joel Daniel Luhukay mengungkapkan bahwa dari seluruh diskusi dan pembahasan yang berlangsung, forum tersebut berhasil merumuskan 280 usulan pembangunan yang akan diajukan ke tingkat kabupaten untuk diverifikasi oleh Bappeda.

╔══════════════════════════════════╗
“Kami berharap seluruh usulan dapat diverifikasi dan diproses sesuai harapan masyarakat dari seluruh kelurahan dan kampung.”
Joel Daniel Luhukay
╚══════════════════════════════════╝

Beberapa usulan prioritas yang disepakati antara lain perbaikan kantor distrik, pembangunan drainase, pembangunan jalan dan jembatan dengan pengukuran yang jelas, program rumah layak huni, pengelolaan sampah dan kebersihan kota, serta penyediaan air bersih.

Joel juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah, termasuk lampu jalan, agar manfaatnya dapat dirasakan bersama oleh seluruh warga.

Ia menegaskan bahwa usulan yang bersifat mendesak dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penyusunan anggaran tahun 2027, sementara program yang bersifat jangka panjang dapat direncanakan secara bertahap pada periode pembangunan berikutnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, Musrenbang seperti yang berlangsung di Mimika Baru menjadi mekanisme penting dalam mempertemukan aspirasi warga dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Di tengah dinamika pembangunan Papua yang terus berkembang, forum ini memastikan bahwa rencana pembangunan tidak lahir dari meja birokrasi semata, tetapi dari denyut kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Pada akhirnya, di balik angka 280 usulan pembangunan, tersimpan harapan yang jauh lebih besar—harapan agar setiap jalan yang diperbaiki, setiap rumah yang dibangun, dan setiap layanan yang diperkuat benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat Mimika.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe